Sabtu, 27 November 2010

cerpen

GARA – GARA KOMIK Aku paling suka baca komik. Tapi nggak seperti kebanyakan cewek yang pada umumnya suka komik umum atau novel. Komik kesukaanku adalah Detektif Conan. Hingga sekarang aku tetap mengikutu serunya. Aku sudah nggak sabar menunggu seri terbaru conan. Gara – gara aku suka banget sama komik, sampai – sampai koleksi komikku aku sewakan. Walaupun hanya komik – kmik umum an anak -anak tapi tak apalah toh masih ada yang mau sewa. Hari ini aku melihat website gramedia, komik Detektif Conan seri 54 sudah muncul. Aku berencena untuk membelinya di Gramedia bersama Lila temenku. Keesokan harinya aku bersiap – siap untuk pergi ke Gramedia. Aku membawa Honda, dan ditengah – tengah perjalanan aku dihadang oleh teman sekelasku Ria. Ria memintaku untuk mengantarnya ke RS karena kakejnya sedang sakit. Dengan berat hati aku mengantarnya. Kulihat jam menunjukkan pukul 2 siang. Aku harus segera ke Gramedia sebelum pukul 5. karena dirumah lagi ada acara ulang tahun adikku Rino yang harus kuhadiri. Tak kusangka dipperjalanan aku hampir menabrak seorang ibu – ibu yang jatuh terduduk karena tas dicopet. Dengan spontan aku mengejar pencopet itu. Dengan modal nekat aku meladeni copet itu. Tapi sebelum aku melawan tinju preman itu mengenai pipiku. Aih, sakit banget. Seketika mataku berkunang – kunang. Aku mulai kehilangan kesadaran dan terdengar suara teriakan – triakan tak jelas. Setelah beberapa detik aku mulai bisa menguasai diriku dan kulihat ada seorang leleki yang memukuli preman itu. “ Mbak, kamu nggak pa-pa ?” tanya ibu yang kecopetan tadi. Sambil memegangi pipi aku bilang “ nggak apa-apa, Bu”. Aku mencoba unruk berdiri. Kulihat, preman itu kalah dan segera melarikan diri.laki-laki itu menyerahakn tas pada ibu – ibu itu, belum sempat mengucaokan trima kasih aku kehilangan kesadaran lagi. Mungkin aku terlalu shoch dan takut melihat wajah penolong itu. Entah berapa lama aku pingsan, saat kumulai membuka mata, badanku terasa kaku. Kulihat sekitar tak ada orang. Di mana ini ? Tampaknya sebuah ruang tamu. Tiba – toba ibu yang kecopeten tadi mebuka pintu dan mendekat ke arahku. Tante Aini namanya. Beliau menjelaskan bahwa aku tadi pingsan dan dibawa pulang oleh tante Aunu. Dan sekarang ini sudah pukul 9, semua acara ku hari ini berantakan. Kenapa begini nasibku. Hiks, hari yang melelahkan. Pagi – pagi sekali aku minta ijin Tante Aini untuk pulang. Setelah tiba dirumah aku langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuh. Siang ini aku berencana untuk pergi ke Gramedia membeli komik yang kemerin. Dengan segera aku menelpon Lila untuk menemaniku. Sesampai di Gramedia, aku segera menuju ke tempat komik. Mataku tertuju pada sebuah buku yang sangat aku inginkan. Saat tanganku menyentuh komik itu, ada sebuah taban yang menyentuhnya juga. Ingin ku rebut buku itu, tapi saat kutoleh sosok yang tak asing bagiku. Leleki penolong kemarin. Spontan aku melepaskan komik itu, dan mempersilahkan mengambilnya.“ Ini buat kamu aja. Nggak pa-apa “ lelaki itu diam saja sambil memegangi komik itu. Dia menetapku lekat – lekat dan menanyakan keadaanku setelah kejadian kemarin. Entah kenapa aku seneng banget dia perhatian denganku. Tapi untungnya aku nggak pungsan melihat wajahnya yang penuh kumis itu. Akhirnya aku mendapatkan komik ini. Senang sekaligus merasa tak enak hati. Keluar dari Gramedia leleki itu berada diseberang dan langsung mengajakku dan Lila untuk makin siang. Ternyata nama leleki itu adalah Atha. Walaupun dia menakutkan bagiku tapi aku merasa nyaman ngobrol bersama dia. Perkenalan yang singakat membuatku lebih penasaran dengan sosok leleki itu. Dan setelah lebih dekat dengan Atha aku memberanikan diri untuk memberinya saran agar mencukur kumis dan jenggotnya biar kelihatan lebih rapi. Dan hasilnya dia lebih tampan, rapi dan bersih. Aku semakin yakin kalo sedang jatuh cinta dengannya. Dan tak kusangka – sangka Atha juga memeliki perasaan yang sama padaku. “ bolehkah aku menjadi pendampingmu Eci ? Aku sayang padamu.” itulah kata – kata terindah bagiku dari Atha. Tentu saja aku menermanya. Semua kejadian yang aku alami memeng gara – gara komik,yang memberikan kebahagian tersendiri dan tak akan ku lupakan.

Nama : rizki arie
Manajemen umum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar